Penyebab Terjadinya Kehamilan Tak Terencana

    362
    0
    SHARE
    Terjadinya Kehamilan Tak Terencana
    Source: Mommypotamus

    KabarFemale — Ada garis tipis antara kehamilan tak terencana dan yang direncanakan. Dokter sering mendefinisikan kehamilan tak terencana sebagai kehamilan yang terjadi ketika pasangan berusaha menghindari kehamilan. Pada banyak kasus, kehamilan tak terencana terjadi ketika kondisi memiliki anak dianggap kurang ideal. Ini bisa terjadi dengan banyak cara, dan penyebab terjadinya kehamilan tak terencana berbeda-beda.

    Penyebab terjadinya kehamilan tak terencana karena kurang pengetahuan

    Salah satu penyebab terjadinya kehamilan tak terencana adalah kurangnya informasi tentang reproduksi, kesuburan, seks, dan kontrasepsi. Ini terutama permasalahan pada remaja dan anak muda. Sering kali mereka malu atau takut dengan tindakan mereka, lalu tidak mencari bantuan dari orang tua atau dokter.

    • Salah menghitung siklus

    Orang dewasa sering mengandalkan KB alami untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. KB alami mengandalkan penghitungan siklus menstruasi yang sangat seksama. Pasangan yang menggunakan metode ini untuk mengontrol kelahiran tidak menggunakan alat kontrasepsi tambahan. Wanita melacak siklusnya dan menghindari seks selama minggu ovulasi. KB alami memang menjadi sarana efektif bagi wanita dengan siklus bulanan yang teratur. Tapi pada wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur, atau mereka yang tidak melacak siklusnya dengan baik, lebih mungkin mengalami kehamilan tak terencana dibanding wanita yang menggunakan alat kontrasepsi lain.

    • Merasa tidak subur

    Pada beberapa kasus, pria atau wanita merasa kalau dirinya tidak subur. Ini sering kali karena si individu telah lama berhubungan seks tanpa pelindung tanpa terjadi kehamilan. Si wanita lalu merasa ia tidak bisa hamil dan tidak menggunakan pelindung apa pun di waktu berikutnya. Yang terjadi malah sebaliknya, ia hamil dan tidak direncanakan.

    • Kegagalan kontrasepsi

    Orang yang tidak ingin hamil banyak melakukan langkah pencegahan. Menggunakan alat kontrasepsi konvensional menjadi salah satu yang paling efektif untuk mencegah kehamilan yang tak diinginkan. Tapi, tak ada alat kontrasepsi yang 100 persen reliabel. Efektivitas alat kontrasepsi mulai dari kondom hingga pil KB, terbatas. Pasangan yang menggunakan kondom sebagai alat KB utama bisa mengalami 15 persen kegagalan, dan yang menggunakan KB alami sebanyak 26 persen gagal. Penggunaan dua bentuk alat kontrasepsi seperti kondom dan pil KB, bisa memberi perlindungan lebih baik.

    Pada beberapa kejadian, kehamilan yang tidak direncanakan disambut dengan baik. Tapi pada kasus lainnya, kehadiran bayi menyebabkan stres luar biasa bagi pasangan. Semua pasangan perlu membahas alat kontrasepsi yang akan digunakan sebelum berhubungan seks. Pastikan Anda dan pasangan memiliki pendapat yang sama tentang hal ini, dan putuskan apa yang akan dilakukan bila terjadi kehamilan tak terduga.

     

    BFI150403(24)

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY