Pendarahan Setelah Berhubungan Seks Selama Hamil

    320
    0
    SHARE
    Source: shutterstock

    KabarFemale—Akan terasa menakutkan bila Anda mengalami pendarahan setelah berhubungan seksual, terutama ketiksa Anda sedang hamil. Pertama, jangan langsung panik, kecil kemungkinan hubungan seksual akan membahayakan bayi. Bayi sangat aman terlindungi di dalam rahim, yang berada di atas vagina Anda. Bayi juga dikelilingi oleh cairan ketuban.

    Apakah berhubungan seks selama hamil bisa menyebabkan keguguran?

    Sangat tidak mungkin bila hubungan seks bisa mengakibatkan keguguran. Bila Anda memiliki riwayat keguguran, dokter akan menyarankan Anda menunda berhubungan seksual selama trimester pertama, untuk sekedar berjaga-jaga.

    Penyebab pendarahan bisa terjadi setelah aktifitas seksual adalah karena peningkatan aliran darah di area panggul. Pembuluh darah kecil memiliki banyak persediaan darah, termasuk di sekitar serviks yang melunak. Kadang berhubungan seks bisa merusak pembuluh darah yang kecil ini, menyebabkan terjadi pendarahan.

    Pendarahan dalam bentuk apapun harus diberitahukan ke dokter atau bidan. Bila pendarahan disertai kram yang kuat, bicara juga pada dokter atau bidan Anda. Tapi kram ringan atau sensasi tegang bisa dialami di kehamilan yang sehat. Ada beberapa penyebab umum pendarahan selama hamil.

    Pendarahan implantasi
    Ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim, ini bisa menyebabkan bercak ringan. Biasanya hanya berlangsung satu atau dua hari dan terjadi selama antara implantasi tidak lebih dari ketika menstruasi Anda berlangsung. Beberapa wanita mengira mereka mengalami menstruasi ringan. Pendarahan implantasi biasanya berupa darah segar seperti yang Anda lihat ketika jari Anda teriris.

    Kehamilan ektopik
    Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam dengan sendirinya di luar rahim, biasanya di tuba fallopi. Anda bisa mengalami rasa sakit yang parah di satu sisi perut. Rasa sakit bisa tiba-tiba hilang jika tuba rusak tapi akan kembali terasa dalam hitungan jam atau hari dan Anda sangat merasa kesakitan. Ini merupakan situasi darurat karena kehamilan ektopik bisa merusak tuba falopi yang menyebabkan pendarahan internal, merusak tuba. Tuba falopi perlu diangkat bersama kehamialn tapi ini tidak berarti Anda akan mengalami kesulitan hamil di masa mendatang bila ovarium dan tuba falopi dalam kondisi sehat.

    Ancaman keguguran
    Penelitian mengindikasikan kalau sekitar sepertiga kehamilan berakhir dengan keguguran (secara medis disebut aborsi spontan) yang terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan, termasuk keguguran sangat dini yang terjadi sebelum Anda menyadari kehamilan. Setelah melewati 14 hingga 16 minggu, Anda bisa yakin kalau kehamilan Anda aman. Akan lebih baik bila Anda menunda mengabarkan kehamilan hingga 12 minggu kehamilan.

    AFI150401

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY