Modal Menikah yang Harus Dimiliki Pria

    243
    0
    SHARE
    Source: shutterstock

    KabarFemale–Di daerah perkotaaan, menikah mungkin memang sudah menjadi keputusan diri sendiri. Tentu setelah yakin bahwa dirinya sudah layak untuk menikah. Tapi di pedesaan, banyak sekali pernikahan yang terjadi bukan atas dasar kesiapan diri sendiri. Melainkan karena kemauan orang tua. Orang tua tidak mau anaknya terjerumus ke pergaulan bebas, akhirnya segera dinikahkan. Tak peduli laki-laki maupun perempuan.

    Menikah jelas membutuhkan kesiapan dari orang yang akan menjalaninya. Apalagi pria, yang akan menjadi kepala rumah tangga nantinya. Bagi pria, persiapan menikah tidak hanya bermodalkan cinta dan berani. Kalau hanya bermodal dua hal tersebut, bersiap-siaplah menghadapi segala kesulitannya nanti setelah menikah. Karena ketika menikah, tanggung jawab secara otomatis bertambah.

    Modal menikah bagi pria tidak lah muluk-muluk. Tidak harus memiliki rumah sendiri, apartemen sendiri, atau mobil sendiri. Yang penting sudah memenuhi kriteria sebagai berikut:

    1. Kesiapan mental.

    Segala hal dalam hidup harus dihadapi dengan mental yang siap. Apalagi menghadapi pernikahan. Karena setelah menikah, kehidupan seseorang akan berubah nyaris 180º. Jika mental tidak siap, semuanya akan berantakan. Mental tidak siap juga akan mempengaruhi prosesi pernikahan nantinya. Dalam Islam, pria lah yang melakukan ijab-qobul. Jika mental tidak siap dan menyebabkan kegugupan, maka proses akad nikah pun menjadi tidak lancar. Kesiapan mental juga sangat diperlukan untuk menghadapi setiap masalah yang akan menghampiri kehidupan rumah tangga nantinya.

    2. Niat yang benar.

    Jika menikah hanya agar hidup menjadi lebih mudah (karena apa-apa sudah ada yang melayani), lebih baik mencari pembantu saja. Wanita dinikahi untuk dimuliakan dan dicintai. Bukan untuk dijadikan pesuruh apalagi dianiaya.

    3. Minimal, sudah memiliki penghasilan.

    Pria adalah kepala rumah tangga. Ia pula yang bertanggung jawab terhadap nafkah keluarga. Oleh karena itu, memiliki penghasilan sebelum menikah itu penting. Minimal, ada penghasilan yang cukup untuk makan diri sendiri dan istri.

    4. Fisik yang matang.

    Kesiapan fisik juga penting dalam menghadapi pernikahan. Menurut BKKBN, usia pria minimal ialah 25 tahun. Karena saat itu, fisik dan mental seharusnya sudah benar-benar siap mengemban tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Menikah pada usia yang terlalu muda atau terlalu tua (di bawah 20 tahun atau melewati 30 tahun) akan membuat pernikahan tidak stabil. Jika terlalu muda, memiliki resiko yang disebabkan penundaan untuk memiliki anak. Jika terlalu tua, usia menjadi kurang produktif.

    AFR150401

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY