Mengatasi Jerawat Saat Hamil

    189
    0
    SHARE
    (c) c.co.uk

    RajaNego—Jerawat menjadi masalah kulit yang umum terjadi selama kehamilan. Satu dari dua wanita hamil mengalami jerawat. Pada beberapa kasus, jerawat muncul sangat parah. Penyebab utama jerawat saat hamil adalah peningkatan hormon di trimester pertama. Peningkatan ini menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak minyak alami. Anda lebih beresiko berjerawat jika memiliki riwayat berjerawat atau biasa mengalami jerawat di awal siklus menstruasi.

    Susah-susah gampang mengatasi jerawat di saat hamil. Ini karena obat dan perawatannya bisa mengakibatkan cacat lahir. Umumnya, Anda harus menghindari jenis obat apapun yang tidak sangat dibutuhkan ketika hamil dan memiliki resiko membahayakan janin.

    Jerawat kehamilan biasanya mereda ketika tingkat hormon kembali normal. Jadi langkah paling aman adalah menghindari obat dan pengobatan kimia untuk jerawat. Sebagai gantinya, Anda bisa mengandalkan obat ala rumahan. Tapi sebelum melakukan pengobatan saat hamil atau saat berencana hamil, bicarakan lebih dulu dengan dokter tentang yang terbaik untuk Anda.

    Pengobatan oral untuk jerawat dengan isotretinoin berbahaya untuk kehamilan. Ini karena obat yang dipakai bisa mempengaruhi janin dan mengakibatkan cacah lahir yang serius. Biasanya pasien yang menggunakan isotretinoin, dokter yang meresepkannya, pabrik yang memproduksi dan menyalurkannya harus mengikuti program khusus sebagai bagian dari program manajemen resiko untuk mencegah cacat lahir.

    Karena resikonya sangat tinggi, wanita usia produktif yang meminum obat ini perlu menggunakan alat kontrasepsi setidaknya satu bulan sebelum memulai terapi, begitu juga setidaknya satu bulan setelah terapi. Selain itu, pasien wanita harus menjalani tes kehamilan sebelum, selama, dan setelah pengobatan.Anda perlu menjaga kesehatan kulit selama hamil.

    Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi jerawat kehamilan yang bebas obat:

    • Batasi mencuci muka hingga dua kali tiap hari dan setelah berkeringat.
    • Ketika mencuci wajah, gunakan pembersih bebas minyak dan tanpa alkohol.
    • Gunakan lap wajah (ganti tiap kali mencuci wajah ) atau cotton pad.
    • Setelah membersihkan wajah, bilas kulit dengan air hangat kuku. Lalu dengan lembut tepuk-tepuk dengan lap untuk mengeringkannya dan gunakan pelembab.
    • Hindari terlau sering memberihkan wajah karena bisa menstimulasi kelenjar minyak pada kulit.

    Jangan pernah menekan atau memencet jerawat Anda. Ini biasanya akan mengakibatkan luka jerawat yang permanen. Jika ada pori-pori kulit yang tersumbat, Anda membutuhkan perawatan wajah yang profesional.

     

    AFI150201

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY