Mengajarkan Anak Menyikapi Kegagalan Secara Positif

    244
    0
    SHARE
    Mengajarkan Anak Menyikapi Kegagalan Secara Positif
    Source: tumblr

    KabarFemale–Kegagalan sudah biasa terjadi dalam kehidupan manusia. Berbagai macam kegagalan terjadi. Baik itu gagal dalam menguasai suatu keahlian, gagal menyelesaikan sebuah tanggung jawab, gagal dalam ujian, hingga gagal dalam mencapai cita-cita. Kegagalan juga telah membentuk manusia dengan kepribadian yang beragam. Ada yang menjadi lemah dan betul-betul gagal akibat kegagalan. Ada yang standard saja. Dan ada pula yang justru menjadi orang kuat dan sukses karena berkali-kali gagal.
    Sayangnya di sekolah formal, kita tidak pernah betul-betul diajari bagaimana menyikapi kegagalan. Orang yang bisa belajar dari kegagalan dia lah yang akan sukses. Dan tidak semua orang tahu akan hal itu. Oleh karena itu, seyogyanya orang tua lah yang bertugas mengajarkan anak-anaknya menyikapi kegagalan secara positif. Sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang sukses, dan tidak benar-benar gagal. Untuk mengajarkan anak akan arti positif kegagalan, setidaknya orang tua harus melakukan hal berikut:

    1. Buat anak terbiasa dengan kegagalan.

    Kegagalan merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan.Setiap orang pasti mengalaminya. Ada yang hanya beberapa kali, ada yang bahkan gagal hingga ratusan kali. Setiap anak mengalami kegagalan, misalnya gagal lulus satu mata pelajaran yang menurutnya sulit, orang tua jangan sampai memarahi anak. Apalagi menyalahkan anak dan menganggapnya tidak serius belajar. Biarkan anak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa. Tidak perlu dibesar-besarkan. Kalau semester ini gagal, mungkin semester berikutnya bisa berhasil.

    2. Yakinkan padanya bahwa kesuksesan tidak akan dicapai tanpa kegagalan sebelumnya.

    Orang tua bisa bercerita berapa kali Thomas Alfa Edison gagal menciptakan lampu pijar sebelum akhirnya berhasil. Jangan biarkan anak terlalu terobsesi pada kesuksesan hingga lupa untuk menghadapi kegagalan.

    3. Yakinkan pula bahwa kegagalan ada bukan untuk membuat manusia menyerah.

    Ketika anak mencoba memahami satu pelajaran sulit, namun berkali-kali ia gagal, jangan sampai orang tua membiarkan anak menyerah. Ketika anak mulai stres karena tak juga bisa memahami, suruhlah ia istirahat atau bermain saja. Ketika anak belajar lagi, suruhlah anak untuk berusaha kembali memahami pelajaran yang sulit tersebut. Lakukan hal itu hingga anak betul-betul paham. Tentu dengan terus didampingi orang tua.

    4. Jangan biarkan anak menjadi manja.

    Membiarkan anak manja merupakan suatu kesalahan besar orang tua. Apalagi memanjakan anak. Ketika anak sudah manja, ia tidak akan belajar bagaimana menghadapi kegagalan hidup dengan dirinya sendiri. Ia tidak bisa berpisah dari orang tua. Ketika demikian yang terjadi, anak akan lemah dan jatuh ketika dihadapkan pada kegagalan.

    5. Pastikan bahwa anak yakin akan sukses.

    Selain berusaha menanamkan sikap positif dalam menghadapi kegagalan, orang tua juga harus memupuk keyakinan anak untuk sukses. Jangan biarkan keyakinannya luntur dan membuat anak menjadi pemalas.

    AFR150301

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY