Membentuk Anak Menjadi Pemberani

    171
    0
    SHARE
    source : wordpress.com

    KabarFemale− Anak-anak sebetulnya merupakan wahana orang tua berkreasi dalam arti luas. Sebab terlahir putih, anak bisa dibentuk sesuai dengan keinginan orang tua. Hanya dengan menciptakan lingkungan yang mendukung terhadap keinginan orang tua dalam membentuk karakter anak, semuanya menjadi lebih mudah.

    Ketika Anda pernah memperhatikan anak-anak di play group, Anda mungkin membandingkan.. Ada anak yang penakut atau pemalu, ada yang pemberani. Anak-anak tersebut berbeda mungkin beberapa persen memang bawaan sejak lahir. Namun sebagian besar sebetulnya dipengaruhi oleh cara memperlakukan anak. Setiap orang tua tentu memiliki cara berbeda dalam memperlakukan serta mendidik anaknya.

    Membuat anak menjadi pemberani atau pemalu erat kaitannya dengan perlakuan orang tua sejak anak masih baru lahir. Oleh karena itu, membentuk anak yang pemberani harus harus diusahakan sejak dini. Berikut ini tips membangun karakter pemberani anak:

    1. Buang kebiasaan menakuti-nakuti atau mengancam anak. Salah satu kebiasaan orang tua ketika menghadapi anaknya yang tidak menurut, ialah dengan menakut-nakuti anak. Kebiasaan ini merupakan kebiasaan buruk yang tak boleh dilestarikan. Sebab hanya akan membuat mental anak menjadi betul-betul penakut.
    2. Bangun kepercayaan diri anak. Salah satu cara dalam membangun kepercayaan diri ialah dengan memberikan pujian. Memberikan pujian juga harus dalam porsi yang pas. Tidak boleh lebih, juga tidak boleh kurang. Puji anak hanya saat ia melakukan tindakan atau membuat kemajuan yang positif. Jangan pula terlalu sering dipuji.
    3. Hindari pula kebiasaan menjatuhkan pribadinya. Dalam membangun kepercayaan diri, hindari menjatuhkan harga diri anak. Walau bagaimana pun, anak juga memiliki harga diri. Tindakan menjatuhkan harga diri anak misalnya dengan mengatakan kejelekan anak di depan teman-temannya. Sebab bisa saja di lain waktu, teman-teman anak Anda akan menjadikan kejelekan tersebut sebagai bahan olokan.
    4. Ajarkan anak bersikap biasa menghadapi rasa sakit. Jangan melebih-lebihkan bila anak mengadukan kekecewaan atau rasa sakitnya akibat jatuh. Bersikap lah biasa. Cukup ambil tindakan untuk mengatasi rasa sakit atau kekecewaan anak. Contohnya bila anak sakit akibat jatuh lalu ia menangis. Cukup usap air matanya, kuatkan mentalnya, ambil obat jika luka, lalu suruh lah anak bermain lagi. Hal sepele seperti itu bisa membuat anak terlatih untuk bersikap biasa terhadap rasa sakit. Juga melatih anak untuk segera melakukan tindakan dalam mengatasi rasa sakit tersebut.
    5. Ajarkan keberanian yang positif. Meski keberanian merupakan sesuatu yang positif, hanya ajarkan keberanian dalam diri anak terhadap sesuatu yang positif pula. Untuk tindakan negatif, orang tua justru harus membangun rasa takut atau rasa malu anak.

     

    AFR150701

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY