Kotoran Kucing dan Kehamilan

    188
    0
    SHARE
    source: shutterstock

    KabarFemale—Ketika hamil, banyak yang harus Anda waspadai, tidak hanya tentang makanan dan minuman. Salah-satunya tentang membersihkan kotoran kucing peliharaan Anda. Saat hamil Anda harus memastikan diri bersih dari bakteri demi kesehatan Anda dan janin.

    Bila Anda pecinta kucing, minta tolong orang lain untuk mengurus kucing di rumah Anda karena kucing bisa menyebarkan infeksi yang disebut toksoplasmosis yang paling sering ditemukan pada burung, binatang, dan manusia. Bagi manusia normal, ini tidak jadi masalah kesehatan yang serius, tapi untuk sebagian orang yang hamil, bisa menyebabkan kehilangan penglihatan dan kerusakan otak pada janin. Resiko menularkan penyakit ini ke janin rendah, tapi tetap mungkin terjadi.

    Toxoplasma gondii adalah parasit yang umum ada di daging yang mentah atau kurang matang dimasak dan pada kotoran kucing. Ketika kucing makan daging yang tercemar, parasit jadi berlipat ganda di usus, dan membawa infeksi yang bisa menyebar melalui kotorannya. Saat membersihkan kotoran kucing yang mengandung parasit ini dan tidak mencuci tangan hingga bersih, Anda tanpa sengaja menyentuh mulut dengan tangan dan parasit tercerna. Ini bisa menghasilkan infeksi yang menjalar ke janin.

    Beberapa penelitian menyatakan dengan menghirup telur parasit, Anda akan terinfeksi sedang beberapa sumber menunjukkan infeksi tidak bisa menyebar di udara. Infeksi ini kebanyakan mengenai orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan penelitian di tahun 2012 menemukan ada keterkaitan antara infeksi dan masalah kesehatan mental, tapi ini masih belum terbukti. Ini yang menjadi sebab kenapa menjauhi kotoran kucing selama hamil sangat penting. Bagi janin yang sedang berkembang, toksoplasmosis berbahaya karena bisa memicu kelahiran mati, keguguran, dan komplikasi pada bayi seperti kehilangan penglihatan dan keterbelakangan mental.

    Infeksi ini mungkin mengenai banyak orang, tapi kebanyakan tidak menyadarinya karena parasit tidak mudah mengenai orang yang normal dan sehat dan tidak menunjukkan tanda penyakit apapun. Tapi bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemak, mereka menderita sakit dan mengalami gejala mirip flu seperti nyeri otot, kelenjar bengkak, lelah dan demam yang berlangsung lebih dari satu minggu. Ketika parasit berada di tubuh selama 9 bulan, orang menjadi kebal terhadapnya dan tidka akan terganggu oleh infeksi lagi karena sudah dianggap tidak aktif. Bila Anda kebal dan hamil, Anda tidak akan menularkannya pada janin.

    Tapi ketika pada siklus kehamilan Anda teinfeksi dan infeksi masih hidup, maka bisa menimbulkan masalah karena janin yang sedang berkembang kemungkinan terkena infeksi. Semakin muda usia janin, penyakit menjadi semakin efektif. Kebanyakan bayi tidak menunjukkan gejala ketika lahir, tapi akan terlihat ketika mereka mulai tumbuh. Sebanyak 10 persen dari bayi yang terinfeksi mengalami masalah serius selama kelahiran yang membuat mereka hanya bertahan hidup beberapa hari.

    AFI150701

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY