Konflik Antara Menantu dan Mertua yang Sulit Dihindari

    175
    0
    SHARE
    Source: artolivinggid

    KabarFemale− Sebagian orang menganggap dengan memiliki mertua, berarti memiliki orang tua kedua. Kasih sayang kepada mertua pun sama dengan kasih sayang yang diberikan kepada orang tua. Hingga muncul perkataan ‘berani menyayangi seseorang berarti juga harus siap menyayangi orang tuanya’. Kasih sayang kepada mertua harus dikuatkan karena mereka lah yang telah merawat serta membesarkan pasangan kita.
    Namun demikian, dan entah mengapa, antara menantu dan orang tua sering kali terlibat konflik yang rumit. Anda yang pernah mengalami hal ini mungkin bingung mencari cara mendamaikan orang tua dan pasangan Anda. Apalagi jika keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Jadinya konflik tersebut semakin berlarut-larut.
    Kenyataannya, ada beberapa jenis konflik antatra menantu dan mertua yang memang sulit untuk dihindari. Konflik berikut ini mau tidak mau memang harus dihadapi baik oleh pihak orang tua, maupun pihak pasangan Anda:

    1. Konflik perbedaan pendapat. Berbeda pendapat itu hal biasa. Namun menjadi berbeda jika itu terjadi antara orang tua dan pasangan Anda. Apalagi jika orang tua memiliki kebiasaan memaksakan kehendak. Tentu tidak ada orang yang mau dipaksa; termasuk pula pasangan Anda. Dalam hal ini, Anda harus mengambil posisi sebagai penengah. Tugas Anda ialah mengkomunikasikan kepada orang tua tentang apa yang ada di pikiran pasangan Anda. Begitu pula sebaliknya. Anda harus mengkomunikasikan kemuan orang tua kepada pasangan. Sekaligus membantu memberikan pertimbangan baik-buruk akan pendapat masing-masing.

    2. Mertua kadang suka meremehkan kemampuan menantu. Karena dianggap masih memiliki kemampuan dan pengalaman terbatas, tak sedikit orang tua yang meremehkan menantunya. Mertua menganggap pasangan Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan Anda. Ketika konflik ini terjadi, Anda harus menjadi pribadi yang kuat. Hal apapun yang tak bisa diberikan oleh pasangan, jangan tunjukkan kepada orang tua. Karena dengan memberi tahu orang tua, sama halnya Anda membuka konflik yang sulit diselesaikan.

    3. Berebut perhatian. Orang tua yang tidak bisa sepenuhnya melepas anaknya beranjak dewasa, bisa saja berebut perhatian dengan menantunya sendiri. Anda pun dituntut untuk membagi perhatian secara adil. Baik kepada pasangan, orang tua Anda sendiri, maupun mertua.

    4. Mertua kadang suka ikut campur urusan rumah tangga anak. Orang tua yang kadang suka ikut campur urusan anaknya sebetulnya hanya sebagai wujud rasa cinta. Kasih sayang kepada anak membuat orang tua Anda tidak ingin kalau Anda disakiti, apalagi menderita. Oleh karena itu, bijak lah menyikapi perlakuan orang tua. Jangan sepenuhnya menyalahkan. Juga jangan membiarkan orang tua terus-menerus mencampuri kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan.

    AFR150801

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY