Inisiatif

Inisiatif

202
0
SHARE
© smartensemble

KabarFemale—Orang yang berinisiatif sudah hampir pasti dapat melaju lebih cepat dari yang tidak. Inisiatif itu juga harus dikemas dalam tampilan yang menarik. Memperlihatkan bahwa kita yang berkerja, berkarya. Berbeda dengan riya’, tapi lebih kepada bagaimana kita mampu membuat nilai plus dari inisiatif kita hingga mendapat perluasan kewenangan atau kepercayaan lebih.

Misal, saya sebagai Penulis dulu dengan berani, berinisiatif mengajukan diri untuk menjadi Editor. Hal itu terpicu setelah atasan mengatakan “bagus” untuk tulisan saya. Minimal saya sudah dianggap qualified. Saya juga bertanggung jawab penuh. Hingga meyakinkan supervisor saya untuk mempeluas kewenangan dan amanah yang harus diemban.

6 Bulan sejak pertama kali saya bekerja di RN (RajaNego.co.id-red), dan mampu mencapai posisi ini. Inisiatif-inisiatif yang saya lakukan juga banyak membuat orang-orang di sekitar saya sebagai pribadi ‘plus-plus‘.

Mulai lah dari hal se-sepele. Seperti membuka pintu untuk mobil Bu Kos yang tidak disukai anak kos lain. Nanti, kalau telat bayar kos Anda bisa diberi pemakluman yang lebih. Minimal terhindar dari paket omelan. Berinisiatif melakukan hal-hal kecil detail pekerjaan. Sepele tapi menjadi pembeda yang amat kentara jika ditekuni.

Menekuni inisiatif terhadap perbaikan dan perubahan yang diperlukan hingga mengkarakter dalam diri. Lihatlah Joko Widodo, siapa Walikota yang berinisiatif menengok langsung rakyat yang ia layani? Basuki Cahaya Purnama, yang berinisiatif melaporkan dana siluman UPS (yang butuh nyali ekstra, salut buat Pak BTP).

Berinisiatif lah! Anda .. akan dipilih jadi pemimpin. Jika belum, minimal Anda mendapat pahala lebih. Lakukan hal-hal yang ditinggal orang lain untuk Anda selesaikan. Jika Anda penulis dan berpikiran kerjaan Penulis ya menulis, edit mengedit tugas Editor. Ya biarin aja tulisan-nya kacau. Maka yaa .. selamanya Anda di level skil menulis yang seperti itu dan (maaf) dibayar segitu-segitu saja.

Bakal berbeda, orang yang berada di area stnadard, alias ngepas (banget). Dan orang yang berinisiatif memberikan pelayanan ekstra. “Saya kan hanya dibayar segini, untuk jumlah segini. Buat apa melakukan yang lebih?

Berpikir sempit seperti ini lah yang menghambat Anda untuk berkembang. Jika senantiasa seperti itu Anda kemanakan aspek pengembangan skil. Jiwa Anda pun akan tetap kerdil, jiwa yang inisiatif-nya telah menghayat jiwa lebih valuable ketimbang tipe-tipe standard, rata-rata, ngepas. Berilah lebih! Anda pasti dapat lebih. Entah kapan, dan bagaimana, juga dalam bentuk apa.

Pelit pada orang lain, sesungguhnya pelit pada diri sendiri. Buka mata, dan lihatlah mereka yang berinisiatif memperbaiki diri. Meminta maaf sebelum diminta permohonan maaf-nya. Menawarkan bantuan sebelum diminta bantuan. Inisiatif, kualitas hati yang semakin terasing di tengah masyarakat hedonis.

 

AFK150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY