Gejala dan Penyebab Kehamilan Ektopik

    321
    0
    SHARE
    Gejala dan Penyebab Kehamilan Ektopik
    Source : theguardian.com

    KabarFemale – Kehamilan adalah hal yang paling ditunggu oleh pasangan suami istri. Kehadiran anak bisa membuat lengkap kehidupan rumah tangga yang dibangun. Sayang, tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar. Ada beberapa halangan yang kadang membuat pasangan suami istri menelan kekecewaan karena gagal memiliki buah hati. Salah satunya adalah kehamilan ektopik. Walau bisa dikatakan kehamilan ini belum diketahui gejala jelasnya, namun semoga artikel penyebab kehamilan ektopik yang akan kami sajikan akan membantu Anda.

    Penyebab Kehamilan Ektopik

    Sebenarnya, penyebab kehamilan ektopik di waktu-waktu awal kehamilan terjadi sama dengan kehamilan yang pada umumnya terjadi. Beberapa gejala seperti terlambat menstruasi, mual muntah, adanya perubahan di area payudara hingga perasaan mudah lelah biasa juga terjadi pada mereka yang mengalami kehamilan ektopik. Apa sih kehamilan ektopik yang sebenarnya? Kehamilan ektopik adalah suatu kondisi kehamilan di mana sel telur yang seharusnya melakukan implantasi atau penempelan di rahi tapi malah tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Biasanya terjadi di daerah tuba falopi, walau juga ada kasus yang menyebutkan pernah terjadi di ovarium, perut atau juga serviks.

    Adapun penyebab kehamilan ektopik yang dapat kami sampaikan seperti :

    Penggunaan spiral dan pil progesteron. Spiral dan pil progesteron ini biasanya dipakai untuk menunda kehamilan. Tapi jika keduanya masih dipakai kehamilan sudah terjadi, ada resikko lebih besar kehamilan ektopik akan terjadi. Pil progesteron akan mengganggu geraknya sel rambut silia di tuba yang mana membawa sel telur yang dibuahi untuk menuju ke dalam rahim. Dengan begitu, sel telur malah bisa berbelok dan mengimplan di tempat yang tidak semestinya.

    Kerusakan di saluran tuba. Salah satu penyebab lainnya adalah kerusakan di area saluran tuba. Saluran tuba yang berperan penting untuk fase implantasi bisa terluka atau rusak karena beberapa hal seperti :

    – Kebiasaan merokok. Wanita yang merokok memiliki resiko mengalami kehamilan ektopik 1,6 hingga 3,5 wanita yang tidak merokok. Kebiasaan ini bisa menganggu masa ovulasi, penurunan imun tubuh hingga mengganggu gerakan sel rambut silia.

    – Radang panggul. Penyakit radang panggul bisa terjadi karena infeksi kuman TB, gonorea dan klamidia.

    – Endometriosis. Hal ini bisa menyebabkan jaringan parut di area saluran tuba.

    – Tindakan medis sebelumnya. Jika Anda pernah melakukan operasi di area saluran tuba atau panggul, kemungkinan terjadi parut rahim dan saluran tuba bisa menyebabkan kerusakan pada area saluran tuba.

     

    BFI15030268

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY