Fakta Tentang Perasaan

    257
    0
    SHARE
    Fakta Tentang Perasaan
    © deviantart

    KabarFemale– Perasaan merupakan sesuatu yang abstrak. Ada tapi tidak bisa diraba atau dilihat. Namun bisa dirasakan oleh semua orang. Perasaan cinta, sedih, bahagia, marah, kecewa dan perasaan lainnya bisa datang kepada siapa saja tanpa kenal waktu dan tempat.

    Ketika ada keadaan atau kejadian yang memicu timbulnya perasaan tertentu, perasaan datang dengan sangat cepat. Bisa pergi dengan cepat pula, namun bisa juga lambat. Perasaan erat kaitannya dengan kehidupan sosial.

    Demi menjaga sebuah hubungan yang baik, orang rela menyembunyikan atau tidak menampakkan apa yang sedang dirasakan. Misalnya ketika seseorang sedang kecewa dan marah karena dibuat menunggu oleh rekan bisnis yang bisa memberi banyak keuntungan, dia rela mengatakan ‘tidak masalah menunggu beberapa puluh menit’. Orang tersebut juga akan berusaha menghapus muka masamnya akibat kesal atau kecewa.

    Namun sebetulnya, tidak ada orang yang betul-betul bisa menyembunyikan perasaannya. Tidak ada orang yang bisa menutupi perasaannya dengan sangat rapi dari orang lain. Baik itu rasa sedih, senang, cinta maupun yang lainnya. Hal ini karena beberapa fakta tentang perasaan berikut:

    1. Perasaan berasal dari emosi. Emosi merupakan bagian abstrak dari manusia yang memiliki peran yang cukup penting dalam kehidupan. Jika orang bisa mengendalikan emosi dan mengarahkannya pada sesuatu yang positif, emosi akan membantu manusia dalam mencapai tujuan hidup. Orang bisa dengan sangat mudah belajar logika. Tapi tidak ada orang yang bisa belajar mengendalikan emosi dengan gampang.

    2. Logika lah yang menjadi pengendali emosi. Orang hanya bisa mengendalikan emosinya jika logikanya bekerja dengan baik. Di beberapa kesempatan, misalnya dalam berkarya, dorongan emosi memang diperlukan. Tapi dalam kehidupan sosial secara luas, emosi lebih sering memberikan dampak negatif. Orang yang bisa mengendalikan emosinya dengan logika yang baik lebih bisa diterima di lingkungan sosial.

    3. Dorongan perasaan bisa lebih kuat dibandingkan kekuatan logika. Dorongan emosi yang kuat bisa mengalahkan logika yang sudah tertata dengan rapi. Lihat saja orang yang sedang jatuh cinta. Dia sedang dikuasai perasaan cinta yang berasal dari emosi. Akibatnya, tak sedikit orang yang sedang jatuh cinta tidak bisa menggunakan logikanya dengan baik. Meski dia seorang pemikir, ilmuwan atau intelek sekali pun.

    4. Ketika logika tidak bekerja dengan baik, orang cenderung mengungkapkan perasaannya tanpa perhitungan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengendali emosi atau perasaan adalah logika. Ketika logika seseorang tidak bekerja dengan baik, dan dorongan perasaan menjadi lebih besar.

    Orang tersebut akan menunjukkan perasaannya tanpa perhitungan atau pertimbangan. Itu lah alasan mengapa orang bisa marah-marah di muka umum tanpa berpikir soal malu lagi. Dorongan perasaan yang tidak dikendalikan akan merusak citra diri maupun hubungan sosial yang sudah baik.

    AFR150201

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY