Be A Fashion Designer Part-4: Just Do It !!

Be A Fashion Designer Part-4: Just Do It !!

240
0
SHARE
Be A Fashion Designer Part-4: Just Do It !!
Source image: google

Memutuskan untuk terjun di dunia fashion berarti sudah menyiapkan diri dan mental untuk menerjang segala hambatan yang akan menghadang di depan nanti. Bila mental sudah disiapkan, modal sudah cukup, workshop sudah siap pakai, tim kerja sudah terbentuk, sasaran target market sudah diketahui, maka tidak ada alasan lagi untuk menunda niatan Anda menjadi fashion designer.
Memasuki tahap paling penting dari sebuah pakaian, yaitu proses produksi. Maka ada beberapa hal yang harus diketahui saat akan dan sedang memproduksi sebuah pakaian. Bagaimana ide kreatif sang designer dikolaborasikan dengan bagian produksi menjadi sebuah pakaian yang indah dan layak untuk kenakan.

1. Buat story board
Story board adalah suatu konsep awal untuk membuat sebuah desain. Biasanya berwujud dalam sebuah kliping atau 3D kolase yang memuat beberapa rancangan koleksi yang akan diproduksi, sumber inspirasi berasal dari mana, konsep yang diusung, target market, usia, warna, ambiance, mood, hingga jika dianggap perlu Anda bisa mencantumkan kisaran harga. Setelah membuat story board, carilah benang merah dari satu desain dengan desain lainnya, klasifikasikan pakaian yang siap pakai (ready to wear) hingga pakaian untuk fashion show jika akan mengadakan fashion show.

2. Pilih bahan yang sesuai
Saat mendesain, pikirkan juga kain atau bahan apa yang cocok untuk diaplikasikan. Pemilihan kain yang salah bisa berakibat fatal karena akan sangat berpengaruh pada hasil rancangan. Misalnya saja, Anda akan membuat super A-line dress dengan tampilan yang melambai dan jatuh, tetapi saat memilih kain, Anda memilih kain tafeta yang notabene bersifat kaku.

3. Teknikal drawing
Teknikal drawing adalah gambaran teknis yang akan diberikan pada penjahit. Teknikal drawing berisi gambar yang lebih detail mengenai rancangan seperti, letak resleting, panjang releting, warna benang, letak renda, kancing, dan lain sebagainya. teknikal drawing diperlukan dalam produksi setiap pakaian untuk menghindari salah paham antara keinginan desainer dan apa yang dimengerti oleh penjahit.

4. Jahit
Ketika bahan sudah tersedia dan teknikal drawing sudah siap, maka proses menjahit bisa dilakukan. Untuk produksi massal, dianjurkan membuat satu sampel baju yang akan menjadi contoh. Baju sampel inilah bentuk fixed dari rancangan yang akan diproduksi secara massal dan serupa, perbedaan hanya terletak pada ukuran dan paduan warna (bila rancangan terdiri dari beberapa warna). Bila Anda memproduksi pakaian custom made, maka penting sekali untuk melakukan fitting pada klien apabila pakaian sudah 50% pengerjaan.

Bila semua proses tersebut sudah terselesaikan tahap demi tahap, maka yang perlu Anda lakukan adalah membuat jaringan untuk memasarkan produk Anda. -end-

AFF141006

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY