Apa Minyak Terbaik Untuk Memasak?

    173
    0
    SHARE
    © dailysuperfoodlove

    KabarFemale—Karena alasan kesehatan, banyak orang yang mengganti minyak dengan mentega. Tapi ada banyak pilihan minyak yang lebih sehat dari yang lain. Jadi yang mana yang paling baik untu memasak? Berikut ini penjelasannya.

    Minyak terbaik untuk memasak: 1. Minyak Zaitun
    Minyak zaitun terdiri dari lemak tak jenuh tunggal dan penelitian menunjukkan bahwa lemak tak jenuh tunggal membantu menjaga kolesterol jahat LDL tetap rendah dan meningkatkan jumlah kolesterol baik HDL. Selain itu, minyak zaitun tinggi kandungan anti oksidan yang disebut polyphenols. Polyphenols terkait dengan jantung yang sehat. Gunakan minyak zaitun pada aneka makanan untuk memperkaya rasanya. Anda bisa mengguyurkan minyak zaitun pada sayuran yang dikukus atau untuk menumis, bisa juga untuk memanggang sebagai ganti dari mentega.

    Minyak terbaik untuk memasak: 2.Minyak Kanola
    Rasa yang alami dan titik asap yang tinggi membuat minyak kanola sebagai pilihan tepat untuk memanggang atau menumis. Titik asap adalah titik dimana minyak mulai berasap. Titik asap menjadi pertimbangan penting jika Anda berencana memasak dengan menggunakan panas tinggi seperti pada menggoreng atau memanggang. Pada titik asap minyak, nutrisi hancur dan berpotensi terbentuk komponen yang dapat membahayakan kesehatan.

    Minyak kanola umumnya tidak memiliki banyak anti oksidan seperti pada minyak zaitun. Kanola menjadi minyak yang paling kaya kandungan asam alfa linolenik, yakni lemak omega 3 yang berhubungan dengan kesehatan jantung. Minyak kanola bisa digunakan untuk menumis, memanggang, atau sebagai dressing pada salad.

    Minyak yang harus dihindari untuk memasak: 1. Minyak Kedelai
    Minyak kedelai tinggi kandungan lemak omega 6 yang berlomba di dalam tubuh dengan lemak omega 3 yang menyehatkan. Banyak ahli nutrisi menyebut lemak omega 6 dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan depresi dan berbagai penyakit lainnya.

    Minyak yang harus dihindari untuk memasak: 2. Minyak Sawit
    Minyak sawit bebas lemak trans, sekitar setengah dari jumlah lemaknya bersifat jenuh. Pola makan tinggi lemak jenuh terkait dengan peningkatan kolesterol dan resiko penyakit jantung. Meski ada yang mengatakan minyak sawit kurang memiliki efek kolesterol dibanding minyak tropis lain, penelitiannya masih kurang kuat.

    Penelitian yang baru-baru ini dilakukan menunjukkan bahwa asam palmitic, yakni lemak jenuh yang ditemukan pada minyak sawit, menyebabkan tikus menjadi tahan terhadap hormon penekan selera makan leptin dan insulin, yang secara teori membuat mereka makan lebih banyak.

     

    AFI150201

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY