Alasan Mengapa Harus Pilih-Pilih Teman

    298
    0
    SHARE
    Source: shutterstock

    KabarFemale− Dalam kehidupan sosial luas, kita sering kali bertemu orang-orang baru kemudian cepat akrab. Kita lantas menjalin komunikasi yang lebih intens. Lalu terjalin lah hubungan yang lebih dekat seperti persahabatan. Tak membutuhkan waktu lebih dari seminggu bagi kita untuk mendapatkan teman bergaul baru di lingkungan yang baru. Karena bagaimana pun, tidak ada orang yang betah terlalu lama tanpa teman.Tentu teman yang dekat secara psikologis maupun lokasi.

    Saat usia sekolah, kita sering kali dinasihati oleh orang tua untuk pilih-pilih dalam berteman. Kalau kita terlihat akrab dengan orang yang dinilai kurang baik, orang tua akan meminta kita untuk tidak lagi berteman dengannya. Karena kita sudah terlanjur akrab, kita cenderung kecewa dengan nasihat orang tua tadi. Padahal niat orang tua itu baik. Orang tua ingin anaknya berteman dengan orang yang tepat. Orang yang membawa pengaruh positif bagi anaknya.

    Sebetulnya dalam kehidupan sosial, kita tidak perlu pilih-pilih dengan siapa akan kenal dan berteman. Namun untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat, teman bergaul, hingga teman curhat, kita memang harus memilih. Hal ini demi kebaikan diri kita juga. Untuk diperhatikan, berikut ini alasan-asalan mengapa kita harus memilih teman akrab:

    1. Setiap orang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan terpengaruh. Setiap orang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Entah dari ajakan sederhana atau kebiasaan. Sayangnya tidak semua orang memberikan pengaruh positif. Lingkungan bahkan bisa memberikan pengaruh negatif pada seseorang, apalagi orang. Begitu pula sebaliknya, setiap orang bisa saja terpengaruh oleh orang lain. Ini lah yang harus kita perhatikan dalam memilih teman. Tidak salah jika kita berteman dengan orang yang perangainya jelek. Asal kita yakin kita lah yang akan memberi pengaruh positif padanya. Kalau sekiranya justru kita yang akan terpengaruh, sebaiknya cari teman akrab lain.
    2. Tidak semua orang berniat baik. Kita memang dianjurkan berpikir positif tentang orang lain. Tapi bukan 100 %. Kita harus tetap memiliki sikap berhati-hati dengan orang yang baru kita kenal. Sebab tak semua orang berniat baik kepada kita. Kasus-kasus penipuan yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan karena orang terlalu percaya pada orang lain. Padahal orang lain tersebut baru dikenal.
    3. Orang dinilai berdasarkan dengan siapa ia berteman akrab. Ada pepatah mengatakan, orang yang selalu bersama dengan penjual minyak wangi lama-kelamaan akan kecipratan wanginya. Begitu pula dalam urusan bergaul. Meski pada dasarnya kita tidak sama dengan teman kita, orang lain akan menganggap sama. Sebab kita sudah terlalu sering terlihat bersama dengan teman kita itu.
    Jadi, silakan berteman dengan siapa saja. Namun tetap lah berhati-hati dalam memilih teman akrab atau teman bergaul.

    AFR150701

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY