3 Mitos Mengenai Kondisioner

3 Mitos Mengenai Kondisioner

185
0
SHARE
3 Mitos Mengenai Kondisioner
Source : gettyimages.com

Iklan mengenai kondisioner banyak beredar di televisi-televisi dengan janji memberikan nutrisi penting untuk rambut. Kondisioner memang dapat membantu memberi nutrisi pada rambut dari luar, namun harus disesuaikan dengan tipe rambut dan kebutuhan Anda. Ada banyak produk rambut yang terlihat berbeda namun sebenarnya hanyalah kondisioner. Dilihat dari penggunaannya, kondisioner dibagi dua yaitu kondisioner yang harus dibilas dan kondisioner tanpa bilas. Selama ini banyak mitos beredar mengenai kondisioner. Tiga mitos umum yang sering muncul akan di bahas dalam artikel ini.

  1. Kondisioner bekerja lebih baik apabila dibiarkan lebih lama

Mitos ini salah karena 90% manfaat kondisioner adalah dari menutupi seluruh permukaan rambut. Apabila kondisioner sudah menutupi rambut Anda secara merata, membiarkannya lebih lama pada rambut tidak memberi manfaat apapun. Untuk mendapatkan hasil yang baik, pastikan Anda menggunakan kondisioner secara merata pada rambut Anda. Meskipun butuh waktu lebih lama untuk meratakan penyebaran kondisioner tersebut, namun ini akan memberikan hasil yang lebih baik. Setelah kondisioner menyebar dengan rata, Anda bisa membilasnya dengan bersih.

  1. Kondisioner dapat “mencekik” rambut

Mitos ini salah karena meskipun silicon yang terdapat dalam kondisioner masih tertinggal di rambut Anda, tidak ada data yang menyebutkan bahwa jumlah silicon yang sedikit menjadi penghalang antara helaian rambut dan pelembab. Secara umum, rambut Anda mengandung 8 – 14% air namun seiring waktu akan menyeimbangkan dengan kelembaban udara. Jadi, rambut akan lebih lembab saat udara lembab dan kehilangan kelembabannya saat udara kering. Adanya sisa silicon di rambut tidak akan mempengaruhi itu semua. Namun, lain cerita apabila Anda menggunakan produk yang mengandung silikon yang banyak. Yang pasti, rambut merupakan benda mati dan tidak perlu bernapas.

  1. Silikon mengandung bahan “plastik” atau lilin

Mitos ini tidak benar. Salah satu merk shampo ternama diklaim mengandung bahan ini. Namun kenyataannya, shampo dan kondisioner merk ini tidak mengandung lilin. Shampo dan kondisioner merk ini tetap meninggalkan sisa residu pada rambut seperti kristal cair dan silikon amino yang bermanfaat untuk rambut sebagai pelembab, pelindung kerusakan, dan membuat rambut lebih berkilau. Shampo dan kondisioner dirancang agar dapat bekerjasama, dan sisa kondisioner dapat dihilangkan saat keramas berikutnya. Apabila Anda merasa ada sisa residu akibat penggunaan shampo ataupun kondisioner, itu merupakan tanda bahwa produk tersebut terlalu berat untuk rambut Anda. Jadi, Anda lebih baik menggunakan produk rambut yang lebih ringan yang lebih cocok dengan tipe rambut Anda.

AFB141202

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.