Sinar Ultra Violet? Bahaya atau Manfaat? (3)

Sinar Ultra Violet? Bahaya atau Manfaat? (3)

161
0
SHARE
Source: shutterstok

KabarFemale—Melanjutkan mengenai bahasan seputar sinar ultra violet. Artikel ini merupakan penutup dari dua artikel sebelemunya, semoga anda dapat lebih paham dan waspada dengan jenis sinar ultra violet. Jangan sampai sinar mentari yang seharusnya bermanfaat bagi kehidupan manusia justru menjadi sebuah malapetaka bagi anda. Selamat menyimak, pembaca setia!

Setelah sebelumnya kami menerangkan bahwa sinar UVA dan UVB dapat memicu kanker ganas melanoma, yang mana kanker jenis ini dapat timbul akibat seringnya terpapar secara langsung dengan jangka waktu yang lama dan sering. Akan lebih berbahaya lagi bila memang sudah sedari kecil anda terpapar sinar matahari berlebih. Mengapa demikian? Karena jika anda telah mengalami kulit terbakar saat masih kecil, akan lebih memiliki peluang besar akan resiko kanker tersebut dikarenakan melanosit yang telah berubah menjadi sel kanker telah lama ada dalam diri anda sehingga ketika anda dewasa hanya membutuhkan sedikit pemicu untuk membuatnya menjadi penyakit. Maka waspadalah!

Jenis yang terakhir dari sinar ultra violet ialah tipe C, atau disebut UVC yang mana paling berbahaya jika dibandingkan dengan dua tipe sebelumnya. Sinar UVC ini dapat dikatakan sebagai faktor utama terjadinya penyakit yang disebabkan oleh sinar ultra violet. Sebelum tejadinya kebocoran lapisan ozon akibat terjadinya kerusakan lingkungan (tentu sebagian besar disebabkan karena ulah manusia yang tak peduli lingkungan), sinar ini tidaklah sampai berdampak buruk karena terserap pada lapisan ozon tersebut. Sayangnya, semakin lama semakin meluas kerusakan lapisan ozon sehingga UVC dengan mudah lolos ke bumi. Dampaknya? Tentu saja sangat banyak hingga menimbulkan kerusakan pada tubuh. Baik kulit maupun organ bagian dalam hingga bisa memicu terjadinya kerusakan DNA.

Betapa bahayanya sinar ultra violet jika anda tidak pintar-pintar dalam memilih waktu yang tepat. Sebagai informasi kami akan menambahkan mengenai jam sinar matahari yang sebaiknya anda gunakan untuk berjemur (penyerapan vitamin D dan merangsang pertumbuhan tulang), yaitu ketika matahari telah terbit hingga sekitar pukul 9 pagi, meski sinar UVB lebih banyak muncul ketika pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang, toh anda harus lebih berhati-hati saat mulai masuk masa pergantian. Maka kami menyarankan agar anda selalu terlindung dengan pakaian, tabir surya, dan juga pelindung mata (kacamata) dengan tujuan mengurangi dampak buruk terserapnya sinar ultraviolet baik tipe A, B, maupun C ke dalam tubuh anda secara berlebihan. Lebih baik mencegah bukan?
AFB 150401

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY